Cari

Menjelajahi Manisan Jepang di Hakodate: 5 Kafe Pilihan

Hakodate bukan hanya terkenal dengan pemandangan malam dari Gunung Hakodate, Goryokaku, serta jalan-jalan menawan di Motomachi yang memiliki suasana khas berkat pengaruh budaya asing. Kafe-kafenya juga menawarkan kesempatan untuk mengenal kekayaan budaya manisan tradisional Jepang di kota ini. Mulai dari rumah-rumah tua yang dibangun pada zaman Taisho hingga toko-toko bersejarah yang telah berdiri selama lebih dari 160 tahun, setiap tempat mencerminkan dedikasi dan keterampilan para pembuat manisan setempat. Dalam artikel ini, kami memperkenalkan lima kafe dan toko manisan pilihan. Baik Anda mencari tempat untuk beristirahat sejenak saat berjalan-jalan maupun sekadar ingin menikmati manisan tradisional Jepang, Anda pasti dapat menemukan tempat yang sesuai untuk bersantai.

Shiratama Tauhu yang Lembut: Hakodate Sakuraya

Terletak di Hiyorizaka, kawasan Motomachi, Hakodate Sakuraya merupakan kafe bergaya Jepang yang populer di kalangan penduduk setempat. Salah satu menu yang paling populer adalah Kuma-san Tofu Shiratama Parfait, yang terdiri dari wafer monaka berbentuk beruang yang menggemaskan, pasta kacang merah manis dari kacang azuki Hokkaido yang dimasak perlahan hingga menghasilkan tekstur kacang yang masih terasa, kemudian dilengkapi es krim dan buah-buahan musiman. Shiratama (bola-bola tepung beras Jepang yang lembut dan kenyal) tersedia dalam tiga warna, dengan cita rasa bunga sakura asin dan matcha.

Berbeda dari shiratama biasa yang dibuat dengan menguleni tepung beras ketan bersama air, shiratama di sini dibuat menggunakan tahu sutra. Hasilnya adalah tekstur yang lembut dan ringan, dengan sedikit cita rasa tahu. Pada musim dingin, Anda juga dapat mengganti parfait dengan oshiruko (sup kacang merah manis yang disajikan bersama mochi atau shiratama). Sedikit rasa asin membantu menyeimbangkan rasa manis sekaligus menonjolkan tekstur shiratama.

Hakodate Sakuraya juga merupakan tempat populer di kalangan penggemar anime Love Live! Sunshine!!. Tofu Shiratama Zenzai, yang dinikmati oleh grup idola sekolah Aqours dalam anime tersebut, terinspirasi dari hidangan di kafe ini. Banyak penggemar anime datang untuk melihat langsung lokasi nyata yang ditampilkan dalam serial tersebut sekaligus mencicipi hidangan penutupnya.

  • Alamat: 14-6 Motomachi, Hakodate, Hokkaido
  • Jam Operasi: 10:00〜17:00
  • Tutup: Kamis
  • Situs Resmi:Instagram 、X

Menikmati Pengalaman Minum Teh Tradisional Jepang: Sabo Kikuizumi

Dibangun pada tahun 1921, Sabo Kikuizumi awalnya merupakan kediaman kedua seorang pedagang sake dan terletak di sepanjang rute wisata kawasan Motomachi. Bangunan ini masih mempertahankan arsitektur kayu tradisionalnya. Sebaik melangkah masuk, Anda akan disambut oleh ruangan berlantai tatami dan suasana Jepang yang kental. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, dikelilingi nuansa nostalgia Hakodate yang telah terjaga sejak kota ini membuka pelabuhannya.

Salah satu menu populer di Sabo Kikuizumi adalah set dango panggang yang dapat Anda panggang sendiri. Dengan menggunakan hibachi kecil yang disediakan di meja, panggang dango (bola-bola tepung beras Jepang yang kenyal dan ditusuk pada lidi) secara perlahan hingga permukaannya sedikit kecokelatan, lalu nikmati bersama pilihan pasta kacang merah, kuromitsu kinako (tepung kedelai panggang dengan sirup gula merah), atau saus kedelai bercita rasa manis dan asin. Kesempatan memanggang dango sendiri sambil menikmati suasana rumah tradisional Jepang menjadikannya pengalaman yang unik. Jika Anda tertarik pada arsitektur bersejarah, lokasi yang berkaitan dengan anime, atau budaya Hakodate, pastikan untuk mampir saat menjelajahi Motomachi.

Tempat ini juga populer di kalangan penggemar Love Live! Sunshine!!. Rumah keluarga kakak-beradik Kazuno, anggota grup idola sekolah “Saint Snow” dalam anime tersebut, dimodelkan berdasarkan bangunan ini. Sejak anime tersebut pertama kali ditayangkan pada tahun 2017, banyak penggemar telah mengunjungi lokasi ini untuk berfoto dan merasakan sendiri tempat yang berkaitan dengan serial tersebut, menjadikannya salah satu tempat paling khas di kawasan Motomachi.

Menikmati Teh Sambil Menyaksikan Matahari Terbenam: Tea Shop Yuhi

Terletak di bagian barat Hakodate, Tea Shop Yuhi menempati bangunan bekas Stasiun Karantina Hakodate yang dibangun pada tahun 1885 dan kemudian direnovasi menjadi kedai teh. Tempat ini berada di dekat Pemakaman Orang Luar dan menghadap Selat Tsugaru. Dengan bangunan yang penuh suasana dan pemandangan laut yang luas, tempat ini merupakan salah satu kafe terbaik di Hakodate untuk menikmati matahari terbenam.

Di sini, Anda dapat menikmati teh Jepang seperti sencha (teh hijau kukus), matcha (teh hijau bubuk), dan hojicha (teh hijau panggang), serta set kue matcha. Cita rasa matcha yang kaya berpadu dengan manisan Jepang, menciptakan keseimbangan antara rasa pahit dan manis. Tempat ini juga cocok untuk beristirahat sejenak saat berjalan-jalan. Selain menikmati manisannya, Anda dapat merasakan kehalusan dan keseimbangan cita rasa yang menjadi bagian dari budaya teh Jepang dan manisan tradisionalnya.

Daya tarik utama Tea Shop Yuhi adalah pemandangan yang berubah perlahan seiring berjalannya waktu. Ketika matahari mulai terbenam, langit dan laut berangsur-angsur berubah menjadi keemasan, dan terkadang Anda juga dapat melihat perahu bergerak perlahan di kejauhan. Nama “Yuhi” berarti “matahari terbenam” dalam bahasa Jepang, terinspirasi dari pemandangan indah tersebut. Karena kedai ini buka hingga matahari terbenam, Anda disarankan datang sekitar satu jam sebelumnya agar dapat menikmati pemandangan dengan santai. Pilih tempat duduk di dekat jendela dan luangkan waktu untuk menikmati matcha serta manisan Jepang.

  • Alamat: 25-18 Funamicho, Hakodate, Hokkaido
  • Jam Operasi: 12:00~Senja
  • Tutup: Rabu, Kamis, dan musim dingin (awal Desember hingga awal Maret)
  • Instagram:https://www.instagram.com/teashopyuhi/

Manisan Tradisional dari Toko Berusia Lebih dari 160 Tahun: Sensyuan Sohonke

Didirikan pada tahun 1860, Sensyuan Sohonke merupakan salah satu toko manisan tertua yang masih berdiri di Hakodate. Toko ini menjual berbagai manisan tradisional Jepang, termasuk yokan (jeli kacang manis bertekstur padat), monaka, manju (kue kukus atau panggang berisi pasta kacang merah), serta namagashi musiman (manisan Jepang segar). Setiap manisan dibuat dengan metode tradisional yang mempertahankan cita rasa asli bahan-bahannya. Pasta kacang merahnya yang halus dan lembut memiliki tingkat kemanisan yang seimbang, sementara perpaduan dengan beras ketan, agar-agar, dan berbagai jenis lapisan manisan menghasilkan tekstur yang beragam. Anda juga dapat merasakan ketelitian dan keterampilan para pembuat manisan dalam setiap hasil karyanya.

Pada tahun 2024, toko utama di Horai-cho dibuka kembali setelah direnovasi. Sebuah gudang tua yang sebelumnya berada di lokasi tersebut diubah menjadi ruang duduk dalam ruangan, sehingga pelanggan dapat bersantai sambil menikmati manisan Jepang yang baru dibeli. Untuk minuman, tersedia kopi seduh tangan dari Jujiya Coffee, kedai kopi bersejarah di Hakodate, serta teh hijau, hojicha, dan matcha. Soufflé dorayaki yang lembut dan mengembang (panekuk berisi kacang merah), serta Gohou Castella, hasil kolaborasi dengan tempat pembuatan sake Hakodate Jozō di Nanae yang menggunakan ampas sake dan junmai ginjo, merupakan varian unik yang hanya tersedia secara terbatas di Sensyuan Sohonke.

Namagashi Buatan Tangan oleh Pembuat Manisan Terampil: Wagashi HITOHIRA

Berbeda dari toko-toko lama yang mengkhususkan diri pada manisan tradisional Jepang, Wagashi HITOHIRA menawarkan pendekatan yang lebih modern terhadap wagashi. Sambil tetap menghormati teknik tradisional, toko ini memadukan desain dan gagasan modern untuk menghasilkan manisan yang bukan sekadar hidangan penutup, melainkan karya musiman yang menggabungkan cita rasa dan keindahan.

Namagashi (manisan Jepang segar) yang dijual di toko ini berubah mengikuti musim, dengan jenis yang berbeda pada musim semi, panas, gugur, dan dingin. Bahan-bahan seperti buah musiman, kastanye, dan matcha digunakan untuk menggambarkan perubahan musim melalui rasa dan penampilannya. Desainnya yang halus terkadang menyerupai bunga yang sedang mekar penuh, dedaunan musim gugur, atau pemandangan bersalju di musim dingin. Semuanya mencerminkan ketelitian dan keterampilan para pembuatnya. Unsur musiman inilah yang menjadi salah satu daya tariknya; ketika berkunjung kembali, Anda mungkin menemukan manisan Jepang yang berbeda dari kunjungan sebelumnya.

Tentu saja, Anda dapat membawa pulang manisan ini sebagai oleh-oleh dan menikmatinya di waktu luang. Namun, toko ini juga memiliki ruang kafe tempat Anda dapat menikmati manisan yang baru dibuat bersama teh sambil menghayati pesona wagashi tradisional Jepang dengan santai. Bagi Anda yang ingin mengenal gaya manisan Jepang modern yang berbeda dari manisan tradisional di toko-toko lama, Wagashi HITOHIRA sangat layak untuk dikunjungi di Hakodate.

Akhir Sekali,

Saat menjelajahi kafe-kafe di Hakodate, Anda dapat menemukan cerita dan cita rasa unik di setiap tempat mulai dari tofu shiratama di Hakodate Sakuraya dan dango panggang yang dinikmati di rumah tradisional Sabo Kikuizumi, hingga manisan tradisional Jepang di Sensyuan Sohonke dan namagashi musiman yang lembut di Wagashi HITOHIRA. Di Tea Shop Yuhi, waktu yang dihabiskan untuk menunggu matahari terbenam di Selat Tsugaru sambil menikmati secangkir teh juga dapat menjadi momen santai dan romantis dalam perjalanan Anda. Baik Anda menyukai manisan tradisional Jepang, bangunan bersejarah, lokasi yang berkaitan dengan anime, maupun sekadar mencari tempat untuk beristirahat sambil menikmati manisan Jepang, Hakodate menawarkan sesuatu untuk semua orang. Dengan sedikit manisan dan secangkir teh atau kopi, mengapa tidak menciptakan kenangan perjalanan yang tak terlupakan?